Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT– Jajaran Lapas Kelas IIA Lahat melaksanakan Sholat Isya, Tarawih, Witir, dan tadarus Al-Qur’an bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Minggu (22/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka pembinaan kepribadian selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Reza Meidiansyah Purnama, memimpin langsung pelaksanaan ibadah berjamaah itu. Ia didampingi jajaran struktural dan regu pengamanan yang bertugas.
Ibadah dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Lahat. Kegiatan dimulai setelah Sholat Isya hingga selesai.
Sebanyak 83 jamaah mengikuti sholat berjamaah tersebut. Rinciannya, 75 WBP laki-laki dan 13 WBP perempuan.
Selain itu, 15 WBP turut mengikuti tadarus Al-Qur’an setelah sholat berjamaah. Mereka membaca dan menyimak ayat suci secara bergiliran.
Pelaksanaan kegiatan mendapat pengawasan ketat dari petugas. Kasubag Tata Usaha bertindak sebagai Perwira Kontrol.
Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja menjalankan tugas sebagai Perwira Piket.
Pengawasan juga melibatkan pengawas tarawih, petugas piket, ban jaga malam, dan regu pengamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Reza Meidiansyah Purnama, mengatakan kegiatan keagamaan menjadi agenda rutin selama Ramadhan. Program tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan WBP.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi sarana efektif memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
Ia berharap melalui sholat berjamaah dan tadarus, tumbuh kesadaran serta kedisiplinan dalam diri WBP. Kegiatan itu juga diharapkan menumbuhkan semangat memperbaiki diri.
“Melalui ibadah bersama, kami ingin membentuk karakter yang lebih baik. Ini menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Reza menegaskan keterlibatan jajaran struktural menunjukkan komitmen lembaga dalam pembinaan yang humanis dan religius. Namun, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan selama pelaksanaan ibadah.
Program pembinaan keagamaan ini akan terus dilaksanakan hingga akhir Ramadhan. Lapas Kelas IIA Lahat berupaya menyeimbangkan kedisiplinan dan penguatan spiritual dalam proses pemasyarakatan.
Melalui kegiatan tersebut, pihak lapas berharap warga binaan mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih bermakna. Spirit Ramadhan diharapkan menjadi titik awal perubahan yang lebih baik.



















