Editor : NUR
Jendelainfo.id|Lahat – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Apel Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, pada Selasa, 4 November 2025, di wilayah hukum Polda Sumsel.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat, Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Dandim 0405 Lahat, Kapolres Lahat, Kajari Lahat, Ketua Pengadilan Negeri Lahat, Subdenpom Lahat, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Lahat, serta Kapolsek jajaran Polres Lahat.
Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Berdasarkan data BMKG, pada November 2025 sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan mengalami kondisi kekeringan normal, namun potensi banjir dan tanah longsor tetap perlu diwaspadai akibat curah hujan yang tinggi.
“Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Bursah.
Berdasarkan data Polda Sumsel, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan sempat mengalami bencana selama September hingga Oktober 2025. Di antaranya, Banyuasin mengalami dua kali terpaan angin kencang yang berdampak pada 35 KK atau 113 jiwa. Sementara di Kota Pagar Alam, terjadi dua kali bencana, termasuk satu kali banjir bandang yang merendam lima rumah serta satu kebakaran yang menimpa satu rumah dengan empat jiwa terdampak.
Di Kabupaten PALI, banjir bandang juga terjadi dua kali dengan total korban terdampak mencapai 350 KK. Data tersebut menjadi dasar perlunya langkah antisipatif terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi menjelang musim hujan.
Bupati Bursah menekankan bahwa apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian alam Sumatera Selatan.
“Saya yakin, dengan kerja sama yang solid dan kesiapan yang optimal, kita mampu meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi,” tegasnya.
Bursah juga mengingatkan pentingnya pengecekan rutin peralatan dan sarana prasarana, seperti perahu karet, mesin pompa air, alat pemadam api, drone patroli, dan alat komunikasi lainnya agar siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Selain itu, kesiapan mental dan fisik personel juga harus dijaga.
Ia turut mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni, BMKG, Basarnas, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi lintas sektor serta menyusun rencana kontinjensi yang matang.
“Bencana adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada satu institusi pun yang bisa bekerja sendirian. Perkuat koordinasi, lakukan simulasi bersama, dan pastikan waktu tanggap darurat kita cepat serta terkoordinasi,” ujarnya.
Bursah menutup sambutannya dengan ajakan untuk bekerja dengan tulus dan profesional demi keselamatan masyarakat.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kemudahan dalam setiap langkah kita,” tutupnya.
pada November 2025 sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan mengalami kondisi kekeringan normal, namun potensi banjir dan tanah longsor tetap perlu diwaspadai akibat curah hujan yang tinggi untuk itu Pemerintah Kabupaten Lahat komitmen untuk melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian alam Sumatera Selatan.



















