Editor : NUR
Jendelaindo.id|LAHAT-Pihak SMK Negeri 2 Lahat menyampaikan kebingungan atas munculnya tumpukan bahan bangunan di dekat palang pintu rel kereta, yang merupakan akses utama menuju sekolah. Lokasi tersebut berada tepat di depan pintu masuk utama sekolah.
Dalam hal ini PLT Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Maryani yang di wakili oleh Waka Sarana dan Prasarana Norman mengatakan pihak sekolah tidak mengetahui tujuan bahan bangunan tersebut.
“Kami tidak tahu bahan-bahan itu untuk apa. Awalnya kami kira pihak PT KAI akan menutup akses jalan menuju sekolah,” ujar Norman, Kamis (30/10/2025).
Menurut Norman, jika benar palang pintu itu akan ditutup secara permanen, maka banyak siswa akan kesulitan menuju sekolah. Sebab, sebagian besar siswa berasal dari luar wilayah Kota Lahat, seperti Kecamatan Merapi dan Kikim.
“Kalau jalan ini ditutup, orang tua yang mengantar anak atau sopir taksi akan memutar jauh lewat Tiara atau Jalan Lembayung. Itu jelas memakan waktu dan jarak tempuh yang lebih panjang,” jelasnya.
Saat ini, akses jalan tersebut masih bisa dilewati pejalan kaki, meskipun palang pintu sering ditutup. Namun, pihak sekolah khawatir jika nanti akses itu benar-benar ditutup dengan tembok.
Norman menjelaskan, pihak sekolah sudah pernah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat terkait masalah akses jalan ini sejak masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut dari instansi terkait maupun PT KAI selaku pihak yang memiliki kewenangan di area rel.
“Sejak dulu memang sempat ditutup karena sering terjadi kecelakaan di sekitar rel. Tapi kami berharap ada solusi, misalnya tetap dibuka dengan pengawasan ketat. Kami siap menugaskan satpam sekolah untuk menjaga dari pukul 06.00 hingga 16.00 setiap hari,” ungkap Norman.
Ia juga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses publik di lingkungan pendidikan, sehingga seharusnya ada pertimbangan khusus sebelum dilakukan penutupan permanen.
“Kami tidak menolak upaya keselamatan, tapi mohon ada kebijakan agar aktivitas siswa tidak terganggu,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, pihak SMK Negeri 2 Lahat masih menunggu klarifikasi resmi dari PT KAI mengenai rencana penutupan tersebut. Norman pun berpesan kepada seluruh siswa agar lebih berhati-hati saat melintas di area rel.



















