Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) kali ini dipusatkan di Kantor Camat Kota Lahat dapil 1.
Nah, kali ini ada yang cukup menarik yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, Fitrizal Homizi ST Msi MM melalui Wakil Ketua, Gaharu SE MM terus mendukung kinerja dan program dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat.
“Kita sangat mengapresiasi sekali dengan program-program kerja tang dewasa ini, terus dikembangkan dan dikejar dibawah kepemimpinan Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE dan Wakil Bupati (Wabup), Widia Ningsih SH MH,” sebut dia, Selasa, 3 Maret 2026.
Terutama sekali, sambungnya, mengenai hasil-hasil pertanian, perkebunan serta Perikanan yang notabene mampu menopang dan masuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Sejauh ini, baik Bupati dan Wabup terus turun ke desa-desa untuk melihat secara langsung potensi pengembangan perikanan melalui kolam-kolam dan tebat besak, pun dengan hasil komoditi sayur mayur, ataupun hortikultura,” sebut dirinya.
Nah, khususnya bagi Perikanan agar kiranya didalam perbuatannya perkuliahan diperhatikan, terlebih dahulu disediakan kolam ikannya setelah pH air telah netral barulah bibit ikan masuk.
“Sehingga ikan-ikan tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi air yang ada di kawasan kolam terpal bioflok maupun media tanah, kedepannya dapat menunjang ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat terutama program MBG,” tukas Gaharu.
Sementara itu, Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE didampingi Wabup, Widia Ningsih SH MH dan Kepala Bappeda, Feriyansyah Eka Putra ST MM menuturkan, perencanaan pembangunan harus berpihak kepada masyarakat miskin, agar sekiranya seluruh perangkat daerah peka terhadap dinamika global berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Tema pembangunan Kabupaten Lahat Tahun 2027. Tema tersebut adalah Akselerasi Penurunan Kemiskinan dan Penguatan Daya Saing Daerah, dijalankan melalui ekonomi lokal inklusif dan pihaknya menargetkan layanan dasar berkualitas,” sebut dia.
Ia menambahkan, ada tiga prioritas pembangunan daerah. Prioritas itu menjadi arah kebijakan RKPD 2027.
Pertama, pemerintah memperkuat ekonomi inklusif berbasis potensi lokal. Langkah ini ditempuh melalui hilirisasi investasi. Pengembangan sektor pariwisata juga didorong lebih agresif. Pemerintah menargetkan peningkatan kemandirian fiskal daerah.
Kedua, pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perlindungan sosial diperkuat untuk menekan angka kemiskinan. Program ini juga menyasar penurunan stunting dan ketimpangan. Pemerintah ingin hasil pembangunan dirasakan merata.
Ketiga, pemerintah memperkuat infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan. Ketahanan bencana menjadi fokus penting. Pemerintah juga mendorong tata kelola pemerintahan digital dan inovatif. Reformasi birokrasi menjadi bagian dari strategi tersebut.
H Bursah Zarnubi menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas utama, pun dengan kesehatan juga mendapat perhatian serius. Selain itu, swasembada pangan terus didorong sehingga pembangunan infrastruktur menjadi penopang pertumbuhan daerah.
“Eksekutif berjalan, legislatif mengawasi dan rakyat yang menikmati, dengan arah kebijakan yang jelas Pemkab Lahat optimistis target penurunan kemiskinan tercapai. Daya saing daerah pun diharapkan semakin kuat pada 2027 mendatang,” tutup dirinya.



















