Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT — Pemerintah Kabupaten Lahat meresmikan rumah relokasi bagi korban banjir di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Jumat (17/04/2026). Peresmian ini menjadi bukti kehadiran pemerintah membantu warga terdampak bencana.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Ia hadir bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Kapolsek, Danramil, serta Kepala Desa Keban Agung.
Kepala Desa Keban Agung, Tamadin Husen, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia menyebut pembangunan rumah relokasi memberi harapan baru bagi warganya.
Menurutnya, lahan relokasi memiliki luas sekitar 1,5 hektare. Sebagian lahan masih kosong dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ke depan.
Selain itu, pemerintah juga membangun jalan lingkar di kawasan tersebut. Jalan memiliki lebar sekitar 6 meter dan panjang kurang lebih 200 meter.
“Awalnya masyarakat sangat gelisah pasca banjir. Kini bantuan rumah sudah terwujud dan memberi rasa aman,” ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat, Limra Naupan, menjelaskan program relokasi ini merupakan upaya jangka panjang pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, pada 2020 pemerintah telah membangun 10 unit rumah relokasi. Lokasinya berada dekat Kantor Camat Mulak Sebingkai.
Namun, banjir bandang pada 2023 menyebabkan kerusakan parah. Hampir 60 rumah warga hanyut akibat bencana tersebut.
Pemerintah kemudian mengambil langkah cepat. Mereka mengadakan lahan seluas 1,5 hektare untuk relokasi warga terdampak.
“Alhamdulillah, saat ini telah selesai dibangun sebanyak 52 unit rumah. Semua diperuntukkan bagi korban banjir,” jelas Limra.
Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan pembangunan rumah relokasi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menyebut pembangunan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah melayani masyarakat. Pemerintah ingin memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
“Sebanyak 52 rumah telah dibangun melalui APBD. Ini bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujar Bursah.
Ia berharap rumah tersebut dapat ditempati dengan baik. Selain itu, rumah diharapkan memberi kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Hal itu guna mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.
Dengan diresmikannya kawasan relokasi ini, warga korban banjir kini memiliki hunian baru. Mereka diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Program ini sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana. Fokusnya tidak hanya pada bantuan darurat, tetapi juga pemulihan jangka panjang.
Ke depan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan kawasan. Tujuannya agar kawasan relokasi menjadi lingkungan yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.



















