Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Perkebunan (Disbun), mengelontorkan 1.041 Kartu BPJS Ketenagakerjaan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, bantuan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kepada pekebun.
Demikian disampaikan, Kepala Disbun Lahat, Vivi Anggraeni SSTP Msi. Menurutnya, kebijakan ini merupakan program yang dicanangkan khusus bagi pekebun.
“Untuk premi perbulannya sebesar Rp 16.800 perorang, yang mana pembayarannya sendiri ditanggung sepenuhnya provinsi,” imbau dia, Kamis, 18 Desember 2025.
Sehingga, sambungnya, para pekebun ketika menjalankan tugas akan merasa aman serta sejahtera, dari berbagai aktifitas di lapangan.
“Tentu saja kami sangat menyambut baik sekali dengan adanya program tersebut, terlebih lagi ini merupakan perhatian khusus kepada pekebun kelapa sawit,” papar dirinya.
Vivi Anggraeni menuturkan, disinilah bentuk perhatian dan dukungan penuh sehingga masyarakat, agar mereka dapat beraktifitas dengan normal dan nyaman.
“Agar kiranya kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dapat menyalurkan sepenuhnya BPJS Ketenagakerjaan DBH Sawit, dan kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel, DR H Herman Deru SH MM dan Wagub, H Cik Ujang serta Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE dan Wakil Bupati (Wabup), Widia Ningsih SH MH,” terangnya.
Ia menuturkan, oleh karena itu para pekerja rentan atau bukan penerima upah (BPU) seperti petani sawit, yang iurannya dibiayai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
“Memberikan manfaat seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), sebagai stimulus agar mereka terlindungi dan bisa melanjutkan secara mandiri. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja sawit, dengan memberikan perlindungan dari risiko pekerjaan seperti kecelakaan kerja atau kematian,” imbaunya.
Dia berharap, agar sekiranya kepada pekebun dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga kedepannya kesejahteraan mereka benar-benar tercukupi.
“Disbun terus memberikan pelayanan sekaligus mempererat hubungan positif, antara pemerintah dengan juga melibatkan komponen yang digunakan sebagai bahan pengikat,” pungkas Vivi Anggraeni.



















