Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi 

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor : NUR

Jendelainfo.id|Muara Enim -“Dulu saya hanya ibu rumah tangga,” kenang Yenny Puspitasari. Kisah perjalanannya dimulai dari seorang ibu rumah tangga yang kini menjadi Ketua Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Songket. Ia adalah penggerak di balik lahirnya Songket Behembang Lingge, sebuah karya tenun khas Tanjung Enim, Desa Lingga, Muara Enim.

 

Pada tahun 2016, Yenny dan ibu-ibu PKK bertekad mencari cara untuk menambah penghasilan keluarga. Niat sederhana ini disampaikan kepada tim CSR PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan disambut baik. PTBA memberikan dukungan nyata berupa alat tenun, benang, dan guru pembimbing.

 

Bagi Yenny, menenun bukan hanya soal penghasilan, melainkan juga upaya menjaga identitas dan sejarah desa. Songket Behembang Lingge bukanlah kain tenun biasa. Di balik setiap helai benangnya, terdapat kisah desa yang terpatri. Motif utamanya terdiri dari tiga corak: Bunga Rosela, Bunga Kertas, dan Bunga Tanjung. Motif Bunga Tanjung bahkan telah mengantongi hak paten pada tahun 2024.

 

Yenny menjelaskan, Songket Behembang Lingge memiliki ciri khas yang berbeda dari songket Palembang pada umumnya. “Songket kita berbeda dengan yang lain karena ditumpal (motif) songket kita ada ciri khas sendiri, seperti sejarah Desa Lingge. Di sana kita mengingat sejarah kita, di tumpalnya itu ada kujur, keris, gung, disitu kita tanamkan. Sementara kalau di Songket Palembang yang lain tidak ada ciri khas itu,” urainya,Selasa (09/09/25).

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pelayanan Kesehatan, ‎DPRD Sumsel Tinjau Program KRIS BPJS di RSUD Lahat

 

Yenny ingin Songket Behembang Lingge menjadi identitas lokal, bahkan berharap bisa digunakan sebagai seserahan pernikahan bagi masyarakat setempat. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi memakai songket dari luar, melainkan songket asli Desa Lingga.

 

SIBA Songket juga berinovasi dengan mengganti pewarna sintetis dengan pewarna alami, menjadikannya produk yang ramah lingkungan. Benang diwarnai menggunakan bahan-bahan alami seperti kunyit, daun jambu biji, secang, dan pinang.

 

Inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai jual. Jika songket dengan pewarna sintetis dijual seharga Rp3 juta, songket premium dengan pewarna alami bisa mencapai Rp5 juta per setel. Peningkatan nilai ini juga turut menambah pendapatan para pengrajin.

Baca Juga :  Tabur Bunga Ke Makam Pahlawan dalam Rangka Peringati Hari Pahlawan ke-80

 

Untuk memperluas pasar, SIBA Songket telah menjalin kerja sama dengan PaDi UMKM (Pasar Digital). PTBA juga memfasilitasi keikutsertaan mereka dalam pameran lokal dan nasional, seperti Bazar UMKM untuk Indonesia di Jakarta dan Pameran Bangga Buatan Indonesia di Palu.

 

PTBA juga memberikan berbagai pelatihan, mulai dari manajemen keuangan, digital marketing, hingga teknik menenun dan pewarnaan alami. Selain itu, PTBA membantu pengurusan Hak Cipta motif untuk SIBA Songket. Pembinaan yang konsisten ini mengantarkan SIBA Songket meraih penghargaan dalam Bina Mitra UMKM Award 2024.

 

Kini, Songket Behembang Lingge bukan hanya selembar kain, tetapi simbol perjuangan ibu-ibu desa dalam merangkai sejarah, meningkatkan ekonomi, dan melestarikan warisan budaya. Yenny Puspitasari percaya, dengan dukungan yang terus berlanjut, songket dari Desa Lingga ini akan terus berkibar dari Muara Enim hingga ke kancah yang lebih luas.

 

 

Berita Terkait

Semangat HUT RI ke-81, PTBA Tegaskan Komitmen “Bersama untuk Indonesia” Lewat Energi dan Pemberdayaan Masyarakat
Peringati HUT RI ke-81, Ratusan Pelajar Lahat Tunjukkan Disiplin dan Semangat Patriotisme Lewat Lomba Baris-Berbaris dan Drumband
Wujud Komitmen Musyawarah, PT Aditarwan Selesaikan Ganti Rugi Lahan Plasma di Kikim Barat
Perda Ketenagakerjaan Kabupaten Lahat Yang Baru Dapat Mendobrak Pola Rekrutmen Tenaga Kerja
Wajah Ceria Siswa Baru SMPN 6 Lahat di Hari Pertama MPLS 
Pemkab Lahat Gelar Rakor Perkuat Pengawasan Lingkungan 
Berikan Dukungan Moril dan Bantuan, Hj. Sumiati Kunjungi Warga Terdampak Kebakaran 
Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Semangat HUT RI ke-81, PTBA Tegaskan Komitmen “Bersama untuk Indonesia” Lewat Energi dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Peringati HUT RI ke-81, Ratusan Pelajar Lahat Tunjukkan Disiplin dan Semangat Patriotisme Lewat Lomba Baris-Berbaris dan Drumband

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Wujud Komitmen Musyawarah, PT Aditarwan Selesaikan Ganti Rugi Lahan Plasma di Kikim Barat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:52 WIB

Perda Ketenagakerjaan Kabupaten Lahat Yang Baru Dapat Mendobrak Pola Rekrutmen Tenaga Kerja

Senin, 13 Juli 2026 - 16:22 WIB

Wajah Ceria Siswa Baru SMPN 6 Lahat di Hari Pertama MPLS 

Berita Terbaru