Jendelainfo.Id | LAHAT – Pemerintah kabupaten Lahat melalui Dinas Lingkungan hidup adakan Kick Off dan Konsultasi Publik penyuluhan Dokumen profil keanekaragaman hayati kabupaten Lahat, bertempat dihotel Buser, Selasa (17/09/24).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Hery Alkafi,SSTP.MSi mengatakan,keanekaragaman hayati merupakan keaneka ragaman mahluk hidup yang mempunyai berbagai varian, bentuk, penampilan,sifat,gen dan ekosistem yang mempunyai peran ekologis.
Mengacu dengan Permen Lingkungan hidup nomor 29 tahun 2009 tentang pedoman konservasi lingkungan hayati di daerah maka Pemerintah kabupaten Lahat butuh menyusun dokumen profil keanekaragaman hayati daerah sebagai
sebagai basis perencanaan konservasi keanekaragaman hayati melalui penyediaan data dan informasi mengenai potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Kabupaten Lahat
Profil keanekaragaman hayati daerah merupakan gambaran hayati yang dimiliki suatu daerah, keanekaragaman hayati ini mencakup ekosistem dan spesies dan genetik yang alami maupun yang dibudidayakan.
Pemanfaatan Keaneka ragaman hayati bukan saja sebagai bahan pangan dan sebatas kebutuhan manusia saja tetapi juga dapat dimanfaatkan lebih luas lagi.
” Mengingat pentingnya dokumen keanekaragaman hayati ini
saya berharap agar para OPD, tim teknis dan pelaku usaha dapat bersinergi untuk menginput data agar dapat digunakan sebagaimana mestinya,” harapnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLh Eddi Adwar,ST.MM.mengatakan Kick Off dan Konsultasi Publik ini untuk menyalin data data yang terkait dengan keanekaragaman hayati, untuk mengembalikan flora dan fauna yang sudah langka bahkan hampir punah.
penyuluhan Dokumen profil keanekaragaman hayati menyampaikan tujuan dari untuk menyusun data dalam rangka mengembalikan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Kabupaten Lahat,
” Selain itu untuk menambah perluasan ruang hijau yang telah kita miliki,” tuturnya
Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh kabupaten Lahat juga untuk menambah perluasan ruang terbuka hijau, yang mana pada saat penilaian Adipura dan lainnya tidak terkendala lagi dalam luasan RTH yang ada.
“Diharapkan dengan adanya kick off dan konsultasi publik mengajak masyarakat dapat membudidayakan dan mengembalikan keanekaragaman hayati agar tidak punah,” harapnya.



















