Jendelainfo.id | LAHAT – Menjaga kelestarian budaya dan seni dinas Pendidikan dan Kebudayaan adakan Festival Tradisional Tari Erai Erai sekabupaten Lahat, yang dipusatkan di gedung Kesenian Lahat, Selasa (5/11/24).
Tarian Erai Erai merupakan kesenian rakyat khas kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang diwariskan secara turun temurun, tarian ini tumbuh dan berkembang ditengah tengah etnik Lematang.
Dengan mengenakan baju kurung panjang, kain tumpal perahu, pending dan anting anting serta aksesoris penunjang lainnya, dengan gemulai menari dengan ciri khas berupa gerakan kaki kanan selalu diikuti oleh gerakan tangan dan sebaliknya dengan diiringi lagu dan pantun dalam bahas Lahat seperti Umak oi Umak, Seranti, cik Mina, Nasib Serawak, Selasih, Serebab dan Cik Siti.
Kepala bidang kebudayaan Disdikbud kabupaten Lahat, Syaihul Azhar, SE. MM menyampaikan, kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian dengan seni tradisional demi kelestariannya tarian Erai Erai agar tercapai sdm yang utuh dalam bidang kesenian
” Festival ini Sebagai ajang silaturahmi antar pengiat seni dikabupaten Lahat, yang diikuti oleh 49 grop
Jenjang SD , SMP, SMA/SMK dan sangar,” jelasnya.
Tarian Erai Erai sudah dijadikan sebagai warisan budaya tak benda, sudah diakui dan dipatenkan pada tahun 2021.
” Setelah tari Erai Erai ditetapkan sebagai tarian milik kabupaten Lahat, sebagai salah satu cara untuk melestarikannya yaitu dengan festival ini, semoga dengan cara ini tarian tradisional ini dapat terpelihara dan dapat dikenal oleh masyarakat luas, dan manca negara,” harapnya.
PJ Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Lahat Eti Listina,
SP.MM menyampaikan, memiliki warisan budaya tak benda, Tari Erai Erai merupakan tari yang mengungkapkan kegembiraan pada saat panen padi. Erai Erai berasal dari kata “serumpun serai” yang memiliki filosofi walau batangnya terpisah atau tercerai berai namun tetap satu ikatan.
Penetapan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya sumatera selatan, tetapi juga sebagai upaya untuk melindungi dan menjaga keberlanjutan tradisi ini bagi generasi mendatang. dengan pengakuan ini, tari Erai-Eral mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dalam hal perlindungan, promosi, dan pengajaran kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
makna dari pengakuan ini adalah bahwa kebudayaan lokal, betapapun sederhana, memiliki nilai yang sangat tinggi dan patut dilestarikan.
“Tari Erai-Erai, dengan segala unsur filosofis dan tradisi yang melekat, bukan hanya Sekedar tarian biasa, melainkan representasi dari cara hidup masyarakat kabupaten Lahat yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam, dan sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kelestariannya,” tuturnya. ( N_01)