Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yayasan Pendidikan Islam (STIT YPI) Lahat resmi menutup kegiatan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVII Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung STIT YPI Lahat, Sabtu (14/2/2026).
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yayasan Pendidikan Islam Lahat, Drs. H. Taufik Sakni, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas pengabdian di masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa masa 40 hari di desa bukan sekadar rutinitas akademik. KKN menjadi ruang belajar nyata di tengah masyarakat.
“Selama 40 hari kalian berjumpa dan berinteraksi dengan masyarakat. Hari ini kalian kembali ke kampus untuk melanjutkan perkuliahan seperti biasa,” ujarnya.
Taufik menegaskan, pengalaman di desa harus menjadi bekal berharga. Mahasiswa diminta membagikan ilmu dan pembelajaran yang diperoleh selama KKN.
Menurutnya, teori yang dipelajari di bangku kuliah harus diuji dalam praktik. Mahasiswa telah mempelajari psikologi pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
Ia berharap kemampuan tersebut dapat diterapkan untuk membantu masyarakat desa. Pengalaman lapangan akan memperkaya cara pandang mahasiswa terhadap persoalan pendidikan dan sosial.
Taufik juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh pihak yang telah menerima mahasiswa KKN. Ia menilai dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program pengabdian.
“Banyak pengalaman dan pengetahuan yang kalian peroleh. Itu menjadi modal penting sebagai calon pendidik dan pembimbing umat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lahat melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Niel Adrien, menegaskan bahwa KKN merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyebut kehadiran mahasiswa membawa gagasan dan wawasan baru bagi warga desa. Mahasiswa turut berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan keagamaan.
“KKN memberikan pengetahuan dan pengalaman profesional kepada mahasiswa. Masyarakat juga merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.
Niel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIT YPI Lahat atas konsistensinya mengirim mahasiswa ke desa-desa. Ia berharap sinergi antara kampus dan pemerintah daerah terus diperkuat.
Menurutnya, pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Lahat. Pemerintah ingin mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya membangun generasi berilmu dan berakhlak. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, harus diimbangi dengan penguatan nilai agama.
“Generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar. Pemahaman dan pengamalan agama harus terus diperkuat,” tegasnya



















