Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menggelar kegiatan sosialisasi pembentukan Agen Perubahan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian ekosistem.
Sosialisasi tersebut mencakup berbagai aksi nyata, seperti penanaman bibit pohon, apotek hidup baik di tingkat desa hingga pemungutan sampah di pemukiman penduduk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya DLH Lahat dalam membangun perilaku peduli lingkungan sejak dini, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum.
Plt Kepala DLH Lahat, HM Dodi Alfiansyah ST Msi melalui Kepala Bidang (Kabid) Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Siti Zaleha ST MT menyampaikan, apresiasinya kepada para peserta yang tergabung dalam Agen Perubahan Lingkungan Hidup. Ia berpesan agar semangat menjaga bumi tidak pernah padam.
“Selamat bertugas Agen Perubahan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lahat. Tetap semangat, berpikir positif, pantang mundur, dan terus bergerak maju,” ujarnya dengan penuh motivasi, belum lama ini.
Menurut Siti Zaleha, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan serta kelestarian alam. Bahwa perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukan bersama.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin DLH Lahat, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui pembentukan Agen Perubahan pihaknya berharap tercipta lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan di Kabupaten Lahat,” tutup dirinya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Nanjungan, Kecamatan Kikim Selatan, Agung Saputra menyebutkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada DLH Lahat, terkait penanaman bibit pohon di depan kantor desa bertujuan sebagian perlindungan dari terikat sinar matahari dan penghasil oksigen.
“Selain itu, membuat apotek hidup berupa tumbuhan berbagai macam obat-obatan tradisional, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh penduduk desa,” imbaunya.
Dia berharap, kedepannya tidak hanya bibit-bibit tumbuhan pelindung saja, melainkan kegiatan lain seperti pembuatan pestisida organik ramah lingkungan.
“Pastinya akan banyak ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh, kemudian mampu diterapkan pada lingkungan di desa agar lebih hijau serta asri,” beber Agung Saputra.



















