Editor : NUR
Jendelainfo.id | LAHAT – PT ALR (Akses Lintas Raya) memilih pendekatan yang berbeda dalam menyikapi dinamika sosial di wilayah operasionalnya. Alih-alih membangun tembok pemisah, perusahaan justru berupaya mendirikan “jembatan komunikasi” yang kokoh dengan masyarakat sekitar.
Gejolak sosial yang pernah terjadi di masa lalu tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan dijadikan momentum evaluasi mendalam bagi manajemen. Langkah perbaikan ini mencakup penyempurnaan protokol keselamatan jalan, penyelesaian kepastian status lahan adat, hingga pemenuhan standar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berkolaborasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Hendro, perwakilan PT ALR, mengajak semua pihak untuk memandang kehadiran investasi ini secara objektif. Ia menekankan bahwa proyek ini membawa dampak positif yang luas bagi roda perekonomian daerah.
“Melalui sinergi antara kepatuhan terhadap dokumen Perizinan Berusaha (PPLB), keterbukaan korporasi, serta dukungan infrastruktur seperti Jembatan Sengkuang dari pemerintah, masyarakat Lahat justru mendapatkan jaminan keamanan sekaligus peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Hendro.
Dengan kombinasi dialog yang transparan dan aksi nyata di lapangan, PT ALR dinilai berhasil membuktikan bahwa aktivitas industri komoditas dan kehidupan masyarakat lokal dapat berjalan beriringan secara harmonis dan saling menguntungkan.



















