Editor : NUR
Jendelainfo. Id|LAHAT — Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, menanggapi pemberitaan terkait pelayanan di RSUD Lahat yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menegaskan perlindungan tenaga medis dari segala bentuk ancaman diutamakan, namun meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi serius terhadap sistem pelayanan.
Fitrizal menyampaikan, peristiwa yang terjadi diduga dipicu oleh lemahnya komunikasi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien. Menurutnya, dimaklumi jika keluarga pasien merasa ditelantarkan karena tidak mendapatkan penjelasan yang transparan terkait kondisi pasien.
“Kami minta komunikasi diperbaiki. Jika pasien belum bisa dirujuk karena kondisi belum stabil, sampaikan secara terbuka kepada keluarga,” ujar Fitrizal, Selasa (tanggal menyesuaikan).
Ia menekankan, rumah sakit harus menyampaikan alasan medis secara jelas, termasuk bila fasilitas rumah sakit rujukan belum tersedia. Menurutnya, keterbukaan informasi dapat mencegah kesalahpahaman yang berujung pada konflik.
Selain itu, Fitrizal meminta RSUD Lahat memastikan tenaga medis yang menangani pasien benar-benar kompeten. Ia menegaskan, tidak boleh ada tenaga yang belum memiliki Surat Registrasi (STR) atau masih belum mumpuni melakukan tindakan medis langsung terhadap pasien.
“Yang menangani pasien harus tenaga berpengalaman dan senior. Jangan sampai yang belum memenuhi syarat melakukan praktik medis,” tegasnya.
Ia juga mendorong RSUD Lahat untuk menjalankan prosedur tetap (protap) secara konsisten dan profesional. Menurutnya, penerapan protap yang jelas akan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus melindungi tenaga medis.





















