
Editor : NUR
Jendelainfo.id | LAHAT – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Kabupaten Lahat berlangsung meriah dan bermakna. Puncak acara ditandai dengan suasana ceria saat Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., dan Bunda Forum Anak Kabupaten Lahat, Ir. Sri Meliyana, berbaur langsung dengan anak-anak memainkan permainan tradisional di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (20/8/2026).
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan kegembiraan, tetapi juga edukasi substansial. Rangkaian acara diawali dengan seminar bertema “Revolusi Mental Remaja: Pencegahan Kenakalan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), H. Nurlela, S.Ag., menjelaskan bahwa sebanyak 140 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA Kabupaten Lahat mengikuti kegiatan ini. Selain seminar ketahanan diri dan anak-anak juga diajak melestarikan budaya melalui berbagai permainan tradisional.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kehormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Nurlela.
Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Bunda Forum Anak, Ir. Sri Meliyana, menekankan pentingnya melibatkan, melindungi, dan memberdayakan anak sejak dini. Ia berharap Forum Anak dapat terus menjadi wadah aspirasi dan pengembangan potensi, sehingga anak-anak mampu menjadi pelopor dan pelapor dalam mewujudkan lingkungan ramah anak.
“Saya mengajak seluruh orang tua, guru, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta mendukung pendidikan yang baik bagi setiap anak,” pungkasnya.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menegaskan bahwa Pemkab Lahat terus berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui sinergi yang melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, media, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari terpenuhinya hak-hak anak.
“Peringatan HAN 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak. Mereka adalah generasi penerus yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, kesehatan, dan lingkungan yang layak,” tutup Wabup Widia Ningsih.



















