Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Perikanan (Diskan) segera merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana (sapras) penunjang di infrastruktur Tebat Danau Karet, Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat. Proyek dengan anggaran Rp2,66 miliar ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 120 hari kalender kerja.
Kepala Bidang Budidaya Diskan Lahat, Syahrul, S.E., M.M., yang mewakili Kepala Dinas Marully, S.Pi., menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program kerja Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, S.E., dan Wakil Bupati Widia Ningsih, S.H., M.H., dengan tagline “Menata Kota, Membangun Desa”.
“Kami akan membangun rumah jaga dan gudang pakan ikan untuk menunjang produksi jenis ikan lele, patin, nila, dan gurami. Dengan adanya fasilitas ini, kami menargetkan kawasan ini menjadi salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di Sumatera Selatan,” ujar Syahrul, Senin (6/7/2026).
Syahrul menambahkan, jika proyek berjalan sesuai rencana, Kabupaten Lahat tidak hanya akan mencapai swasembada ikan untuk kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi memasok ke daerah luar bahkan hingga luar Pulau Sumatera. “Kami akan terus memantau pelaksanaan pekerjaan agar sapras yang dibangun benar-benar sesuai harapan kepala daerah dan bermanfaat maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jajaran Baru, Bostandi, menyatakan bahwa pengelolaan fasilitas budidaya nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Sebanyak 20 keramba akan disiapkan untuk memelihara benih ikan patin, nila, dan gurami.
“Pengelolaan akan kita serahkan kepada Pokdakan agar benih ikan dipantau dan dipelihara sebaik mungkin. Sebelum pengerjaan dimulai, kami juga telah menggelar syukuran dan doa bersama agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa halangan,” kata Bostandi.
Bostandi juga mengungkapkan potensi ganda dari proyek ini. Selain sebagai pusat ekonomi, Tebat Danau Karet yang memiliki panorama alam asri direncanakan akan disulap menjadi destinasi wisata air.
“Tebat ini bukan hanya tempat penghasil ikan, tapi juga akan kita kembangkan menjadi objek wisata alam. Ini sejalan dengan cita-cita Bupati agar desa tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi,” pungkasnya.
Ketua Forum Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Kikim Barat turut mengapresiasi langkah Pemkab Lahat. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah dalam membangun roda perekonomian rakyat di tingkat desa sudah sangat tepat sasaran. “Jika semua berjalan prosedural, Lahat bisa menjadi eksportir ikan ke kabupaten tetangga, bukan lagi importir,” harapnya.



















