Editor : NUR
Jendelinfo.id|LAHAT – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat tidak alergi terhadap kritik dari masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Bursah Zarnubi dan dirinya, kritik yang disampaikan secara objektif dan konstruktif justru dianggap sebagai masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, Widia memberikan peringatan keras agar kritik tidak dibarengi dengan penyebaran informasi bohong (hoaks) atau fitnah. Menurutnya, narasi tanpa dasar fakta dapat mencemarkan nama baik pejabat, merugikan pihak terkait, serta memicu persepsi negatif yang meresahkan di tengah masyarakat.
“Pemerintah tidak anti-kritik. Silakan berikan kritik dan masukan, namun jangan menyebarkan hoaks maupun fitnah. Kritik yang membangun akan kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan,” tegas Widia, Jum’at (03/07/26).
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas beredarnya sejumlah unggahan di media sosial yang dinilai menyudutkan Bupati dan Wakil Bupati Lahat tanpa disertai bukti atau data yang jelas. Widia menekankan pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab dalam menggunakan ruang demokrasi digital.
“Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus disertai dengan penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Widia menambahkan, Pemkab Lahat tetap berkomitmen membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi publik.



















