Editor : NUR
Jendelainfo.id | LAHAT – Kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Hal ini tercermin jelas dari kiprah Letnan Kolonel Infanteri David Jihandika Herry Wijayanto, S.H., M.Sos., selaku Komandan Kodim (Dandim) 0405/Lahat, yang terus memperkuat sinergi militer-rakyat melalui berbagai program strategis.
Dalam perbincangan santai bersama Podcast Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lahat, Sabtu (15/8/2026), Letkol David memaparkan rekam jejak karir militernya yang panjang dan sarat pengalaman. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2006 ini mengawali kariernya sebagai Perwira Pertama (Pama) di Pussenif Kodiklat dan Kostrad. Perjalanan jabatannya terus menanjak melalui berbagai penugasan taktis dan strategis, mulai dari Komandan Peleton (Danton) di Yonif 503/Raider dan Yonif 509/Balawarasta, hingga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Korem 171/PVT, Pamen Pussenif, hingga Pabandya Pam Sintel Kostrad pada tahun 2023. Sebelum memegang tongkat komando di Lahat, ia sukses memimpin Batalyon Infanteri 502/Ujwala Yudha pada tahun 2025.
Tak hanya berkiprah di dalam negeri, perwira menengah yang naik pangkat Letnan Kolonel terhitung mulai 1 April 2025 ini juga memiliki pengalaman internasional yang mumpuni. Rekam jejak operasionalnya mencakup Satgas Poso (2015), Satgas Rajawali II (2025), serta misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNIFIL pada tahun 2012 dan 2019. Ia juga pernah mengikuti Program Exchange (2014) dan Latihan Bersama (Latma) Jorit (2018). Pengalaman global ini menjadi bekal berharga dalam menerapkan standar manajemen dan kepemimpinan di wilayah kewilayahannya.
Tahun 2026 menjadi tahun yang krusial bagi Kodim 0405/Lahat. Fokus utama diarahkan pada pembukaan akses isolasi melalui pengerjaan enam proyek “Jembatan Garuda”. Proyek ini tersebar di sejumlah kecamatan, meliputi Jembatan Gantung di Desa Muara Empayang (Kikim Timur), dua unit Jembatan Beton di Desa Lubuk Seketi (Kikim Barat), Jembatan Armco di Desa Pagar Batu (Pulau Pinang), serta Jembatan Armco di Desa Lubuk Pedaro (Merapi Selatan). Selain itu, program TNI Manunggal Air Bersih juga digenjot melalui pembangunan sumur bor dan instalasi pipa untuk mengatasi krisis air di pelosok desa.
Di sektor ketahanan pangan, Kodim Lahat mengimplementasikan program konkret di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Lahat, yang mencakup tiga bidang sekaligus. Di bidang perikanan, dikembangkan 23 unit kolam bioflok berisi 12.000 ekor ikan lele dan patin. Bidang pertanian mengelola 0,4 hektare lahan jagung dan 1 hektare budidaya pepaya California. Sementara di bidang peternakan, dipelihara 40 ekor ayam petelur dan 100 ekor itik petelur untuk mendukung gizi masyarakat sekitar.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 TA 2026 di Desa Lubuk Tampang (Kikim Timur), jajaran Kodim aktif melakukan rehabilitasi fasilitas pendidikan dan sosial. Kegiatan ini mencakup rehab TK, perbaikan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pendampingan renovasi di SMKN 1 Jarai, SMK Muhammadiyah Pagaralam, SMKN 2 Lahat, dan SMKN 2 Pagaralam.
Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat diwujudkan lewat aksi pencegahan stunting, dengan pembagian 100 paket sembako khusus kepada warga rentan di Desa Lubuk Tampang. Komitmen pelestarian lingkungan juga terus dijaga melalui gerakan “Indonesia Asri” setiap hari Jumat di seluruh Koramil, serta kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Muspida. Sejak tahun 2024 hingga TMMD 2026, ribuan pohon buah dan pohon keras telah ditanam sebagai warisan hijau bagi generasi penerus di Kabupaten Lahat.
Seluruh langkah nyata ini menegaskan dedikasi TNI dalam merawat alam, membangun infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuktikan bahwa prajurit TNI hadir sebagai solusi di tengah tantangan pembangunan daerah.



















