Khawatir Picu Konflik Sosial, Pekerja PT ALR Datangi Polres Lahat

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor : NUR

Jendelainfo.id|LAHAT – Perwakilan karyawan PT ALR mendatangi Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Lahat untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta jaminan keamanan terkait aksi penutupan jalan oleh warga Desa Cempaka Wangi dan Desa Lematang Jaya di wilayah Desa Nanjungan. Para pekerja merasa terganggu dan tidak aman akibat situasi yang berlangsung di lokasi tersebut.

 

Redho, perwakilan karyawan yang bertugas sebagai petugas keamanan (security), menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja PT ALR berasal dari desa-desa sekitar wilayah operasional, termasuk Desa Nanjungan, Tanjung Lontar, Sengkuang, dan Arahan. Ia mengkhawatirkan kondisi saat ini dapat memicu polemik antarwarga yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Dandim 0405/Lahat Tinjau Langsung Lokasi Sasaran TMMD Ke-128 di Desa Lubuk Tampang Kikim Timur 

 

“Kami sangat terganggu dan merasa tidak aman atas aksi penutupan jalan ini. Kami khawatir akan adanya konflik antarwarga desa yang bisa berujung pada tindakan kriminalitas, yang pada akhirnya berdampak langsung kepada kami selaku karyawan,” ujar Redho saat ditemui di Polres Lahat.

 

Selain masalah keamanan, penutupan jalan dalam waktu lama juga dikhawatirkan mengganggu operasional perusahaan dan berdampak fatal terhadap penghasilan para pekerja. Redho menegaskan bahwa jika aktivitas hauling batu bara terhenti terlalu lama tanpa solusi, karyawan tidak akan bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga :  MEMPRIHATINKAN!!!, Beginilah Kondisi Bangunan Rumah Nenek Kusuma, Wajar Masuk Radar Program TMMD Ke-128 Lahat

 

“Kami harus bekerja. Apabila jalan ditutup terus-menerus, kami tidak bisa menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, kami memohon pihak kepolisian memberikan pengamanan di titik aksi agar akses jalan operasional tetap terbuka,” ungkapnya.

 

Para perwakilan karyawan berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog konstruktif dan mencari solusi bersama. Tujuannya adalah agar aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan dapat berjalan beriringan tanpa menimbulkan konflik sosial yang merugikan kedua belah pihak.

Berita Terkait

SMAN 4 Lahat Ukir Prestasi Gemilang: Dominasi Panahan, Seni, hingga Olimpiade Biologi Nasional
Rayakan HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Lomba Rakyat: Wujud Nyata Dekat dengan Masyarakat
Adaro Cup 2026: Wujud Wujud Komitmen PT Mustika Indah Permai (Adaro grup) 
Ringankan Beban Masyarakat, Alsantyla Gelar Sunatan Massal Gratis
Wajah Ceria Siswa Kelas 7 SMPN 8 Lahat Terima Seragam Putih Biru dari Pemerintah 
Dalam Rangka HUT RI ke-81 dan Ulang Tahun Partai ke-25, Fitrizal Homizi Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan Lahat
Hj Sumiati Soroti Armada Sampah Berkarat dan Bocor: Jangan Biarkan Berlarut-larut Demi Keasrian Kota
Ajarkan Demokrasi Sejak Dini, Empat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS diarak dengan Pasukan Drumband 
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:38 WIB

SMAN 4 Lahat Ukir Prestasi Gemilang: Dominasi Panahan, Seni, hingga Olimpiade Biologi Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Rayakan HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Lomba Rakyat: Wujud Nyata Dekat dengan Masyarakat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Adaro Cup 2026: Wujud Wujud Komitmen PT Mustika Indah Permai (Adaro grup) 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Ringankan Beban Masyarakat, Alsantyla Gelar Sunatan Massal Gratis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Wajah Ceria Siswa Kelas 7 SMPN 8 Lahat Terima Seragam Putih Biru dari Pemerintah 

Berita Terbaru