Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT – Perwakilan karyawan PT ALR mendatangi Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Lahat untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta jaminan keamanan terkait aksi penutupan jalan oleh warga Desa Cempaka Wangi dan Desa Lematang Jaya di wilayah Desa Nanjungan. Para pekerja merasa terganggu dan tidak aman akibat situasi yang berlangsung di lokasi tersebut.
Redho, perwakilan karyawan yang bertugas sebagai petugas keamanan (security), menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja PT ALR berasal dari desa-desa sekitar wilayah operasional, termasuk Desa Nanjungan, Tanjung Lontar, Sengkuang, dan Arahan. Ia mengkhawatirkan kondisi saat ini dapat memicu polemik antarwarga yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat.
“Kami sangat terganggu dan merasa tidak aman atas aksi penutupan jalan ini. Kami khawatir akan adanya konflik antarwarga desa yang bisa berujung pada tindakan kriminalitas, yang pada akhirnya berdampak langsung kepada kami selaku karyawan,” ujar Redho saat ditemui di Polres Lahat.
Selain masalah keamanan, penutupan jalan dalam waktu lama juga dikhawatirkan mengganggu operasional perusahaan dan berdampak fatal terhadap penghasilan para pekerja. Redho menegaskan bahwa jika aktivitas hauling batu bara terhenti terlalu lama tanpa solusi, karyawan tidak akan bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami harus bekerja. Apabila jalan ditutup terus-menerus, kami tidak bisa menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, kami memohon pihak kepolisian memberikan pengamanan di titik aksi agar akses jalan operasional tetap terbuka,” ungkapnya.
Para perwakilan karyawan berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog konstruktif dan mencari solusi bersama. Tujuannya adalah agar aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan dapat berjalan beriringan tanpa menimbulkan konflik sosial yang merugikan kedua belah pihak.



















