Editor : NUR
Jendelainfo.id|LAHAT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat melalui Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas polemik video viral yang melibatkan keluarga pasien dan pihak RSUD Lahat. Rapat berlangsung di Gedung DPRD Lahat, Senin (29/12/2025), dan berjalan dalam suasana tegang.
RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Lahat, Nanda Vinola Harahap, didampingi anggota Komisi IV, yakni Harlin, Balkisri, Sumiyati, Hendri, Sri Marhaeni, dan Marwan Ardiansyah.
Rapat ini digelar sebagai respons atas video yang beredar luas di media sosial, yang memicu kegaduhan publik serta menimbulkan persepsi negatif terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Lahat. DPRD menilai perlu adanya klarifikasi terbuka dari semua pihak untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Dalam RDP tersebut, DPRD menghadirkan perwakilan keluarga pasien almarhum Safa Az-Zahra, yakni kakak kandung almarhum Randi Pertama dan bibi almarhum Novi. Dari pihak RSUD Lahat hadir Pelaksana Tugas Direktur RSUD Lahat, Dr. Dina Ekawati, SP.PA, beserta jajaran staf, dokter, dan perawat yang bertugas saat kejadian.
Sejak awal rapat, perdebatan antara kedua belah pihak tidak terhindarkan. Keluarga pasien dan pihak rumah sakit sama-sama mempertahankan pandangan terkait kronologi dan penanganan medis yang diberikan. Perbedaan persepsi tersebut menunjukkan belum terjalinnya komunikasi yang efektif dan empatik, khususnya dalam situasi duka.
Permintaan maaf yang telah disampaikan keluarga pasien dalam forum RDP belum menghasilkan kesepakatan bersama. Kedua pihak masih bertahan pada pendirian masing-masing, sehingga belum tercapai titik temu.
DPRD juga menyoroti keberadaan papan bunga dukungan kepada tenaga kesehatan yang dinilai perlu disikapi secara bijaksana. DPRD mengingatkan agar ekspresi solidaritas tidak melukai perasaan keluarga pasien yang sedang berduka.
Selain itu, rencana RSUD Lahat untuk menempuh jalur hukum turut menjadi perhatian. DPRD menegaskan bahwa langkah hukum harus dipertimbangkan secara matang dan diiringi evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan, komunikasi krisis, serta pendekatan kemanusiaan.
Dalam wawancara terpisah, pihak keluarga pasien menyatakan telah sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sebelum RDP digelar. Namun hingga rapat berlangsung, keluarga mengaku belum menerima kejelasan sikap dari manajemen RSUD Lahat.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Lahat, Dr. Dina Ekawati, SP.PA, usai RDP memilih tidak memberikan pernyataan kepada awak media terkait hasil rapat.
DPRD berharap RDP ini menjadi langkah awal untuk membuka dialog yang lebih konstruktif, demi menjaga kepercayaan publik serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.





















